MAKALAH
MOBILE COMPUTING
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mobile Computing
Dosen Pembimbing :
Akhlis Munazilin, MT
Disusun Oleh:
Rudmanrabani
(2014041059)
AKADEMI MANAJEMEN
INFORMATIKA DAN KOMPUTER IBRAHIMY
(AMIKI)
TAHUN
2015/2016
Grid Computing
Grid computing sebenarnya merupakan sebuah aplikasi
pengembangan dari jaringan komputer (network). Hanya saja, tidak seperti
jaringan komputer konvensional yang berfokus pada komunikasi antar pirati,
aplikasi pada grid computing dirancang untuk memanfaatkan sumber daya pada
terminal dalam jaringannya. Grid computing biasanya diterapkan untuk
menjalankan sebuah fungsi yang terlalu kompleks atau terlalu intensif untuk
dikerjakan oleh satu sistem tunggal.
Definisi Grid Computing menurut beberapa sumber, yaitu:
Komputasi Grid adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan
banyak komputer yang terdistribusi dan terpisah secara geografis untuk
memecahkan persoalan komputasi dalam skala besar (http://id.wikipedia.org)
Komputasi grid adalah infrastruktur perangkat keras dan
perangkat lunak yang dapat menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten,
tahan lama dan tidak mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.
(The Grid 2: Blue Print for a New Computing Infrastructure yang ditulis oleh
Ian Foster dan Carl Kesselman)
Grid computing merupakan sebuah sistem komputasi
terdistribusi, yang memungkinkan seluruh sumber daya (resource) dalam jaringan,
seperti pemrosesan, bandwidth jaringan, dan kapasitas media penyimpan,
membentuk sebuah sistem tunggal secara virtual.
(http://ismetsaja.wordpress.com)
Struktur
Grid Computing
Grid computing merupakan sistem komputer dengan sumber daya
yang dikelola dan dikendalikan secara lokal. Dimana sumber daya ini berbeda
dalam hal kebijakan dan mekanisme yaitu mencakup sumber daya komputasi yang
dikelola oleh sistem batch berbeda, sistem storage berbeda pada node berbeda.
Kebijakan berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya berbeda
pada Grid. Grid computing memiliki sifat alami dinamis artinya Sumber daya dan
pengguna dapat sering berubah.
Grid computing dibangun dengan cara menggabungkan seluruh
sistem komputasi grid yang ada di institusi-institusi penelitian menjadi sebuah
kesatuan. Pengaturan hardwaredan software pada masing-masing sistem di tingkat
institusi kemungkinan berbeda, namun dengan menjalankan teknologi Grid
computing dengan menggabungkan simpul-simpul penghubung dari masing-masing
sistem, maka akan terbentuk sebah kesatuan sumber daya komputasi grid. Dengan
ini berarti pengguna pada suatu institusi dapat memanfaatkan sumber daya
komputasi yang berada di luar institusinya. Salah satu syarat dari pembentukan
grid computing adalah adanya suatu backbone jaringan berkapasitas besar untuk
menghubungkan simpul-simpul penghubung (memiliki lebar pita mulai dari 2 Mbps
sampai dengan 155 Mbps).
Karakteristik
Sistem
Ian Foster dalam jurnalnya tentang "What is grid?"
menjelaskan ada 3 karakteristik atau ciri utama dari suatu sistem grid, yaitu :
Tidak ada kontrol terhadap resource yang controlized
Memiliki kesamaan standar protokol, misal TCP/IP
Memberikan layanan yang canggih (non trivial QoS)
Tiga hal yang di-sharing dalam sebuah sistem grid, antara
lain : Resource, Network dan Proses. Kegunaan atau layanan dari sistem grid
sendiri adalah untuk melakukan high through put computing dibidang penelitian,
ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer.
Konsep
dan Prinsip kerja grid computing
Secara singkat, grid computing berarti menyatukan seluruh
sumberdaya TI ke dalam sekumpulan layanan yang bisa digunakan secara bersama-sama
untuk memenuhi kebutuhan komputing perusahaan. Infrastruktur gridcomputing
secara kontinyu menganalisa permintaan terhadap sumberdaya dan mengatur suplai
untuk disesuaikan terhadap permintaan tersebut. Dimana data disimpan atau
computer mana yang memproses permintaan tidak perlu dipikirkan. Sebagaimana
arus listrik; untuk memanfaatkannya, tempat pembangkit atau bagaimana
pengabelan jaringan listrik tidak perlu diketahui. Dalam menyelesaikan masalah
system monolitik dan sumberdaya yang terfragmentasi, grid computing bertujuan
menciptakan keseimbangan antara pengaturan suplai sumberdaya dan kontrol yang
fleksibel. Sumberdaya TI yang dikelola dalam grid mencakup:
Konsep Grid Computing
Sumberdaya Infrastruktur
Mencakup hardware seperti penyimpan, prosesor, memori, dan
jaringan; juga software yang didisain untuk mengelola hardware ini, seperti
database, manajemen penyimpan, manajemen sistem, server aplikasi dan system
operasi.
Sumberdaya Aplikasi
Adalah perwujudan logika bisnis dan arus proses dalam software
aplikasi. Sumberdaya yang dimaksud bisa berupa aplikasi paket atau aplikasi
buatan, ditulis dalam bahasa pemrograman, dan merefleksikan tingkat
kompleksitas. Sebagai contoh, software yang mengambil pesanan dari seorang
pelanggan dan mengirimkan balasan, proses yang mencetak slip gaji, dan logika
yang menghubungkan telepon dari pelanggan tertentu kepada pihak tertentu pula.
Sumberdaya Informasi
Saat ini, informasi cenderung terfragmentasi dalam
perusahaan, sehingga sulit untuk memandang bisnis sebagai satu kesatuan.
Sebaliknya, grid computing menganggap informasi adalah sumberdaya, mencakup
keseluruhan data pada perusahaan dan metadata yang menjadikan data bisa
bermakna. Data bias berbentuk terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak
terstruktur, tersimpan di lokasi manapun, seperti dalam database, sistem file
local.
Prinsip
Kerja Grid Computing
Dua prinsip kerja utama grid computing yang membedakannya
dari arsitektur komputasi yang lain, semisal mainframe, klien-server, atau
multi-tier: virtualisasi dan provisioning.
Virtualisasi
Setiap sumberdaya (semisal komputer, disk, komponen aplikasi
dan sumber informasi) dikumpulkan bersama-sama menurut jenisnya, lalu
disediakan bagi konsumen (semisal orang atau program software). Virtualisasi
berarti meniadakan koneksi secara fisik antara penyedia dan konsumen
sumberdaya, dan menyiapkan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan tanpa konsumen
mengetahui bagaimana permintaannya bisa terlayani.
Provisioning
Ketika konsumen meminta sumberdaya melalui layer
virtualisasi, sumberdaya tertentu di belakang layer didefinisikan untuk
memenuhi permintaan tersebut, dan kemudian dialokasikan ke konsumen.
Provisioning sebagai bagian dari grid computing berarti bahwa system menentukan
bagaimana cara memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan mengoptimasi jalannya
sistem secara keseluruhan.
Jenis-jenis
Grid Computing
Jenis-jenis atau komponen-komponen grid computing adalah:
Gram (Grid Resources Allocation & Management)Komponen
ini dibuat untuk mengatur seluruh sumberdaya komputasi yang tersedia dalam
sebuah sistem komputasi grid. Pengaturan ini termasuk eksekusi program pada
seluruh komputer yang tergabung dalam sistem komputasi grid, mulai dari
inisiasi, monitoring, sampai dengan penjadwalan dan koordinasi antar proses
yang terjadi dalam sistem tersebut. Juga dapat berkoordinasi dengan
sistem-sistem pengaturan sumber daya yang telah ada sebelumnya. Dengan
mekanisme ini program-program yang telah dibuat sebelumnya tidak perlu dibangun
ulang atau bila dimodifikasi, modifikasinya minimum.
RFT/GridFTP (Reliable File Transfer/Grid File Transfer
Protocol
Komponen ini dibuat agar pengguna dapat mengakses data yang
berukuran besar dari semua simpul komputasi yang telah tergabung dalam sebuah
sistem komputasi secara efisien. Hal ini tentu saja berpengaruh karena kinerja
komputasi tidak hanya bergantung pada kecepatan komputer yang tergabung dalam
mengeksekusi program, tapi juga seberapa cepat data yang dibutuhkan dapat
diakses. Data yang diakses juga tidak selalu ada pada komputer yang
mengeksekusi.
MDS (Monitoring and Discovery Service)
Komponen ini dibuat untuk memonitoring proses komputasi yang
sedang dijalankan agar dapat mendeteksi masalah yang timbul dengan segera.
Sedangkan fungsi disovery dibuat agar pengguna mampu mengetahui keberadaan
sumber daya komputasi beserta karakteristiknya.
GSI (Grid Security Infrastructure)
Komponen ini dibuat untuk mengamankan sistem komputasi grid
secara keseluruhan. Komponen ini membedakan teknologi GT4 dengan
teknologi-teknologi sebelumnya. Dengan menerapkan mekanisme keamanan yang
tergabung dengan komponen-komponen komputasi grid lainnya, sistem ini dapat
diakses secara luas tanpa sedikitpun mengurangi tingkat keamanannya. Sistem
keamanan ini dibangun dengan segala komponen yang telah diuji, mencakup
proteksi data, autentikasi, delegasi dan autorisasi.
Kelebihan
Grid Computing
Beberapa kelebihan dari grid computing adalah:
Perkalian dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan
storage tersedia ketika idle.
Lebih cepat dan lebih besar: Komputasi simulasi dan
penyelesaian masalah dapat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih
luas.
Software dan aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka
standard, akses terhadap model dan perangkat berbeda, metodologi penelitian
yang lebih baik.
Data: Akses terhadap sumber data global dan hasil penelitian
lebih baik.
Ukuran dan kompleksitas dari masalah mengharuskan
orang-orang dalam beberapa organisasi berkolaborasi dan berbagi sumber daya
komputasi, data dan instrumen sehingga terwujud bentuk organisasi baru yaitu
virtual organization.
Organisasi virtual sebagai hasil kolaborasi memberikan
beberapa keuntungan lebih lanjut, di antarnya :
Sumber daya dan orang-orang yang tersebar ;
Dihubungkan oleh jaringan, melintasi domain-domain admin;
Berbagi sumber daya, tujuan bersama;
Dinamis;
Fault-tolerant, dan
Tidak ada batas-batas geografis.
Kekurangan
Grid Computing
Kekurangan pada grid computing yang lebih DItekankan disini
adalah mengenai hambatan yang dialami oleh masyarakat Indonesia dalam mengaplikasikan
teknologi grid computing. Hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut :
Manajemen institusi yang terlalu birokratis menyebabkan
mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara
bersama agar mendapatkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas.
Masih sedikitnya sumber daya manusia yang kompeten dalam
mengelola grid computing.
Kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi teknisi IT maupun
user non teknisi mengenai manfaat dari grid computing itu sendiri.
Dengan adanya beberapa manfaat dan hambatan mengenai
tersedianya grid computing di Indonesia, maka harus ada solusi yang berfungsi
untuk mewujudkan manfaat dan menghilangkan hambatan yang muncul tersebut.
Solusi itu antara lain adalah sebagai berikut :
Memberikan sosialisasi pada instansi pendidikan maupun
institusi non pendidikan mengenai manfaat serta biaya dengan menggunakan sistem
komputasi grid.
Kerjasama riset dan pengembangan antara departement dalam
suatu perguruan tinggi dan industri.
Diberikannya mata kuliah tentang grid computing sehingga
dapat menghasilkan generasi yang menguasai teknologi ini.
Adanya pengembangan aplikasi yang relevan dengan grid
computing.

